HUBUNGAN KEDISIPLINAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMK YPK PENGHARAPAN AIMAS KABUPATEN SORONG
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.17620874Keywords:
discipline, teacher, results, learning, SMK_YPK_Pengharapan, AimasAbstract
This study aims to determine the relationship between teacher discipline and student learning outcomes at SMK YPK Pengharapan Aimas in Sorong Regency. This study used a quantitative research design with a correlational approach. The study involved 20 tenth-grade students as samples, selected through purposive sampling. Data collection was conducted using a teacher discipline questionnaire and documentation of student learning outcomes. The collected data were analysed using Pearson's correlation test. The results showed a significant positive relationship between teacher discipline and student learning outcomes, with a correlation coefficient of 0.645, indicating a fairly strong influence. Teacher discipline in managing time, arriving on time, and consistency in giving assignments and evaluations played a major role in improving student learning outcomes. The researchers recommend that teacher discipline continue to be improved to encourage better student learning outcomes, as well as the importance of cooperation between teachers and students to create a conducive learning atmosphere.
Downloads
References
Arikunto, S. (2014). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Darmawan, T. (2020). Pendidikan di wilayah 3T: Strategi dan tantangannya. Jakarta: PT. Pustaka Aksara.
Darmawan, R. (2017). Pengaruh kedisiplinan guru terhadap hasil belajar siswa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Firdaus, R. (2016). Pengaruh kedisiplinan guru terhadap motivasi belajar siswa. Bandung: Alfabeta.
Hasan, M. (2017). Pengaruh kedisiplinan guru terhadap hasil belajar siswa di SMK YPK Pengharapan. Jakarta: Rineka Cipta.
Kambu, A. (2020). Pendidikan di daerah terpencil: Tantangan dan solusi. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Mulyadi, F. (2019). Pendidikan di daerah 3T: Tantangan dan peluang. Jakarta: Universitas Terbuka Press.
Mulyadi, D. (2020). Pengaruh faktor sosial dan ekonomi terhadap pendidikan di daerah terpencil. Surabaya: Institut Teknologi Surabaya Press.
Susanto, A. (2018). Kedisiplinan guru dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Syah, M. (2016). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Winkel, W. S. (2015). Psikologi pendidikan. Jakarta: Grasindo.
Sudirman, S. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Nursalim, A. (2015). Manajemen pendidikan di daerah terpencil. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Sari, D. (2018). Motivasi belajar siswa dan kedisiplinan guru: Perspektif kualitatif. Yogyakarta: Andi Publisher.
Sudarmanto, S. (2017). Pembelajaran efektif untuk daerah 3T. Jakarta: Kencana.
Santoso, S. (2019). Pengaruh kedisiplinan guru terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Bandung. Bandung: Alfabeta.
Widyastuti, N. (2016). Pengaruh kedisiplinan terhadap motivasi belajar siswa di sekolah menengah atas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyasa, E. (2013). Manajemen pembelajaran berbasis kompetensi. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Slameto, S. (2013). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Abdurrahman, M. (2012). Psikologi pendidikan untuk guru dan orang tua. Yogyakarta: Gaya Media.
Pramono, P. (2018). Kedisiplinan guru dalam mengelola kelas di daerah terpencil. Surabaya: Airlangga University Press.
Nasution, S. (2015). Pendekatan belajar mengajar di daerah 3T. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Rahim, F. (2017). Pendidikan di daerah 3T: Teori dan praktik. Bandung: PT. Refika Aditama.
Anggraini, S. (2016). Metode pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ahmad, M. (2020). Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui kedisiplinan guru. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.




